Mengenal batuk, analgesik, antipiretik, dan diare..

BATUK

Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernafasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya.


Batuk terbagi menjadi dua tipe. Batuk kering dan batuk berdahak.
  • Batuk kering timbul karena adanya sensitivitas pada bulu-bulu getar di tenggorokan, misalnya jika timbul alergi. Alergi bisa timbul jika bulu-bulu getar terkena benda-benda, seperti es atau makanan yang pedas, sehingga tidak kuat dan akhirnya menimbulkan batuk.
  • Batuk berdahak adalah batuk yang disertai dengan keluarnya lendir. Lendir ini bisa berasal dari peradangan pada paru-paru. ''Lendir itu akan keluar bersama batuk. Misalnya penyakit TBC. Karena itu, orang yang menderita TBC tidak boleh membuang lendirnya di sembarang tempat. Sebab begitu dia batuk dan membuang lendir, maka kumannya akan ikut keluar.
Pengobatan untuk jenis batuk kering dilakukan untuk menekan atau meredakan batuknya. Tujuannya untuk memberikan kenyamanan, menghindari terganggunya tidur dan kelelahan serta kemungkinan berbahaya bagi pasien. Pengobatannya dilakukan dengan menghilangkan refleks batuk secara sentral. Sedangkan untuk batuk berbatuk berdahak, pengobatan dilakukan untuk mengeluarkan dahaknya.


Berdasarkan waktunya, batuk dibagi menjadi 2 jenis yaitu:
  • Batuk akut adalah batuk yang berlangsung kurang dari 14 hari, serta dalam 1 episode. Bila batuk sudah lebih dari 14 hari atau terjadi dalam 3 episode selama 3 bulan berturut-turut, disebut batuk kronis atau batuk kronis berulang.
  • Batuk kronis berulang yang sering menyerang anak-anak adalah karena asma, tuberkolosis (TB), dan pertusis (batuk rejan/batuk 100 hari). Pertusis adalah batuk kronis yang disebabkan oleh kuman Bordetella pertussis. Pertussis dapat dicegah dengan imunisasi DPT.

Batuk dapat disebabkan oleh:
  1. Umumnya disebabkan oleh infeksi di saluran pernafasan bagian atas yang merupakan gejala flu.
  2. Infeksi saluran pernafasan bagian atas (ISPA).
  3. Alergi
  4. Asma atau tuberculosis
  5. Benda asing yang masuk kedalam saluran napas
  6. Tersedak akibat minum susu
  7. Menghirup asap rokok dari orang sekitar
  8. Batuk Psikogenik. Batuk ini banyak diakibatkan karena masalah emosi dan psikologis.

Beberapa macam obat batuk yang di jual dipasaran, antara lain:

AMBROXOL (harg
a persatuan terkecil Rp900,00)

Komposisi:
Ambril* tablet:Tiap tablet mengandung Ambroxol HCI 30 mg
Ambril* sirup : Satu sendok takaran (5 ml) mengandung Ambroxol HCI 15 mg

Karakteristik:
Ambril mengandung ambroxol, yang berefek mukokinetik dan sekretolitik, dapat mengeluarkan lendir yang kental d
an lengket dari saluran
pernafasan d
an mengurangi staknasi cairan sekresi.
Pengeluaran le
ndir dipermudah sehingga melegakan pernafasan.
Sekresi lendir menjadi normal kembali selama pengobatan dengan Ambril. Baik batuk maupun volume dahak dapat berkurang secara bermakna.
Dengan demikian cairan sekresi yang berupa selaput pada permukaan mukosa saluran pernafasan dapat melaksanakan fungsi proteksi secara
normal kembali.
Penggunaan jangka panjang dimungkinkan karena preparat ini mempunyai toleransi yang baik.

Indikasi:

Gangguan saluran pernafasan sehubungan dengan sekresi bronkial yang abnormal baik akut maupun kronis, khususnya pada keadaan-keadaan eksaserbasi dari penyakit-penyakit bronkitis kronis, bronkitis asmatis, asma bronkial.

Takaran pemakaian:
Bila tidak dianjurkan lain oleh dokter, anjuran pemakaian untuk anak berdasarkan jumlah dosis perhari yaitu 1,2 - 1,6 mg Ambroxol HCI per kg berat badan.

Tablet:
Dewasa dan anak-anak diatas 12 tahun :tablet 3 kali sehari.
Anak-anak antara 5-12 tahun:1/2 tablet 3 kali sehari.
pada pemakaian jangka panjang dosis pemberian sebaiknya dikurangi menjadi 2 kal
i sehari.Tablet sebaiknya ditelan sesudah makan bersama sedikit air.

Sirup:
Anak-anaks/d 2 tahun : 2,5 ml (V; sendok takaran), 2 kali sehari
Anak-anak2-5tahun : 2,5 ml (V2 sendok takaran), 3 kali sehari.
Anak-anakdi atas 5 tahun :5ml{ 1 sendok takaran), 2- 3 kali sehari.
Dewasa : 10 ml (2 sendok takaran), 3 kali sehari.
Takaran pemaka
ian di atas cocok untuk pengobatan gangguan saluran pernafasan akut dan untuk pengobatan awal pada keadaan kronis sampai
14 hari.
Pada pemakaian lebih lama takaran pemakaian bisa diturunkan menjadi separuhnya.

Sirup sebaiknya diminum sesudah makan.

Peringatan dan
perhatian:
Pada studi preklinis tidak menunjukkan adanya efek yang mengkhawatirkan, akan tetapi keamanan pemakaian pada wanita hamil/menyusui belum diketahui dengan pasti. Meskipun demikian, seperti halnya dengan penggunaan obat-obat lain, pemakaian pada kehamilan trimester I harus hati-hati.

Efek samping:
Ambril umumnya mempunyai toleransi yang baik. Efek samping ringan pada saluran pencernaan pernah dilaporkan walaupun jarang. Reaksi alergi jarang terjadi, beberapa pasien yang alergi tersebut juga menunjukkan r
eaksi alergi terhadap preparat lain.

Kontraindikasi:
Tidak diketahui
adanya kontraindikasi.

Interaksi:
Ambril dapat dikombinasikan dengan obat-obat lain khususnya dengan preparat yang digunakan sebagai standar pengobatan sindroma bronkitis (kortikosteroid, bronkospasmolitik dan antibiotika).

Kemasan:
Tablet : Kotak berisi lOx lOtabletdalamblister Sirup : Botol 100ml.

"Harus dengan
resep dokter"
Dibuatoleh PT. Merck Tbk., Jakarta dengan lisensi Merck KGaA,Jerman
No. Reg.

Tablet : DKL901S803410A1 Sirup : DKL9015803537A1


PROMEDEX (Harga per satuan terkecil Rp 17.000,00)
SIROP - TABLET

Komposisi: PROM
EDEX' Sirop
Tiap sendok takar (5 ml) mengandung:
Promethazine HCI ......................5 mg
Dextromethorp
han HBr ..................5 mg
Ipecacuanha tincture ..................0,1 ml
Guaifenesin ...
........................50 mg
Sodium citrate ........................97 mg
Menthol ...............................1 mg

Promedex
" Tablet
Tiap tablet men
gandung:
Dextromethorphan HBr ........................ 15 mg
Guaifenesin ................................. 100 mg
Chlorpheniramine maleate .................... 1 mg

Khasiat:
PROMEDEX" adalah penekan batuk yang non-narkotik dan mengandung kombinasi zat-zat yang efektif untuk mengontrol bermacam-macam batuk. Sebagai penekan batuk dipilih Dextromethorphan HBr, yang bekerja secara sentral meningkatkan ambang rangsangan reflek batuk. Berbeda dengan Codein, Dextromethorphan HBr tidak mempunyai khasiat anaige
sik ataupun adiksi; jarang menimbulkan perasaan mengantuk ataupun gangguan gastrointestinal dan tidak menekan pernapasan. Guaifenesin, Sodium citrate dan Ipecacuanha tincture merupakan ekspektoran yang mengencerkan lendir yang kental hingga mudah dikeluarkan. Promethazine HCI adalah suatu antihistamin yang kuat dan bekerja lama melawan histamin. Promethazine HCI dalam kombinasi ini sangatberguna untuk melenyapkan batuk-batukyang timbul karena alergi. Selain itu Promethazine HCI juga mempunyai khasiat sedatif. PROMEDEX* juga mengandung Menthol sebagai penyegartenggorokan. Chlorpheniramine maleate dalam PROMEDEX" ditambahkan untuk mempercepat penyembuhan batuk yang disebabkan oleh alergi pada saluran pernapasan.

Indikasi:
Batuk yang disebabkan alergi.

Kontra Indikasi:
Hipersensitivitas terhadap salah satu komponen obat tersebut.

Peringatan/ Perhatian:
Selama minum obat ini tidak boleh mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin.

Aturan Pakai:
PROMEDEX' Sirop
Dewasa :

1 - 2 sendok takar, 3 - 4 kali sehari. Batukpadamalamhari: 2 sendok takar sekaligus pada waktu mau tidur.

Anak-anak:
Di atas 4 tahun : 1 sendok takar, 1 - 4 kali sehari.
2 - 4 tahun : % sendok takar, 1 - 4 kali sehari.

PROMEDEX" Tablet
Dewasa dan anak di atas 12 tahun Anak - anak
: 1 - 2 tablet, 3 kali sehari. : 6 -12 tahun : 1 tablet, 3 kali sehari. : 2- 6 tahun : 14 tablet, 3 kali sehari atau menurut petunjuk dokter

Kemasan: PRO
MEDEX* Sirop
Botol berisi 60 ml netto dilengkapi dengan sendok takar. Reg.No. :D6016447
P. No. 1 Awas ! Obat Keras

Simpan di bawah 30°C
Terlindung dari cahaya matahari
Jangan disimpan dalam lemari pembeku

PROMEDEX" Tablet
Kotak berisi 5 strip @ 4 tablet Reg.No.:D6016310
P. No. 1 Awas ! Obat Keras
Simpan dibawah 30°C Terlindung dari cahaya

Diproduksi oleh : PT. Interbat
Jl. H.R.M. Mangundiprojo no. 1 Buduran, Sidoarjo-61252 Jawa Timur, Indonesia.




ALLERIN (Harga per satuan terkecil Rp 10.700,00)

ALLERIN EXPECTORANT
Difen
hidramin HCI, Guaifenesin, Natrium Sitrat, Pseudoefedrin HCI

* Tidak boleh diberikan pada penderita yang peka terhadap obat simpatomimetik lam (misal efedrin, fenilpropanolamin, fenilefrin), penderita tekanan darah tinggi berat, dan yang mendapat terapi obat antidepresan tipe penghambat Monoamin Oksidase (MAO).
* Tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.
* Hati-hati penggunaan pada penderita tekanan darah tinggi atau yang mempunyai potensi tekanan darah tinggi atau stroke, seperti pada penderita dengan berat badan berlebih (overweight) atau penderita usia lanjut.
* Bila dalam 3 hari gejala-gejala tidak berkurang segera hubungi dokter atau unit pelayanan kesehatan.
* Hentikan penggunaan obat ini jika terjadi susah tidur, jantung berdebar dan pusing

Dapat menyebabkan kantuk

Komposisi:
Setiap 5 ml (1 sendok takar) mengandung:
Difenhidramin HCI ..................................12,5 mg
Guaifenesin ...............................................10 mg
Natrium Sitrat ..........................................180 mg
Pseudoefedrin HCI ...................................15 mg

Cara Kerja Obat :
skerja sebagai antihistamin, antitusif, ekspektoran, dan dekongestan hidung. Untuk meringankan batuk berdahak dan pilek.

Kontra Indikasi :
* Lihat box warning. . .
* Penderita yang hipersensitif terhadap komponen obat ini.

Dosis (3 kali sehari):
Dewasa ................... 10 ml (2 sendok takar)
Anak 6 -l2 tahun.......... 5 ml 1 sendok takar
Anak 2 - 6 tahun.......... 2,5 ml (1/2 sendok takar)

Efek Samping :
Mengantuk, gangguan pencernaan, sakit kepala insomnia eksitasi, tremor, takikardia, aritmia, mulut kering, palpitasi,sulit berkemih.

Peringatan dan perhatian :
- Lihat box warning.
- Hati-hati penggunaan pada penderita dengan gangguan tungsi hati dan ginjal,glaukoma, hipertrofi prostat, hipertiroid, gangguan jantung dan diabetes mellitus.
- Tidak dianjurkan penggunaan pada anak usia di bawah 1 tahun, wanita hamil dan menyusui, kecuali atas petunjuk dokter.
- Selama minum obat ini tidak boleh mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin.
- Hati-hati penggunaan bersamaan dengan obat-obat lain yang menekan susunan saraf pusat.

Interaksi Obat :
Penggunaan bersama antidepresan tipe penghambat MAO dapat mengakibatkan krisis hipertensi.

Kemasan :
Botol berisi 60 ml & 120 ml
- Reg. No. DTL7214706937A1
SIMPAN PADA SUHU KAMAR (25° - 30°C)

Dibuat oleh :
PT Medifarma Laboratories,
Inc. UNITED AMERICAN PHARMACEUTICALS,
LTD. Bogor, Indonesia


BENACOL (Harga per satuan terkecil Rp 9.100,00)

Komposisi:

Tiap 5 ml (sendoktakar) mengandung:
DiphenhydramineHCI .................125 mg
Ammonium Chloride ..................100 mg
Potassium Guaiacolsulfonat..........30 mg
Menthol ............................1 mg
Ethanol.............................4%


Cara keria obat:
Bekerja sebagai antitusif, antihistamin dan ekspektoran.
Untuk meringankan batuk berdahak disertai alergi.

Kontra Indikasi:
- Bayi baru lahir.
- Ibu menyusui.
- Hipersensitif terhadap obat ini.

Peringatan dan perhatian:

- Hati-hati bila digunakan pada penderita dengan riwayat penyakit sebagai berikut: peningkatan tekanan intraokular (glaukoma), hipertiroid,asma bronikal,penyakit jantung,hipertensi dan orang tua.
- jangan digunakan pada penderita yang sedang menderita asma,glaukoma,emphysema,sesak napas, penyakit paru-paru kronis, prostat membesar,obstruksi piloroduodenal (antara lambung dan usus dua belas jari), obstruksi leher kandung seni, kecuali petunjuk dokter.
- Penggunaan pada wanita hamil dan anak-anak dibawah 6 tahun hanya atas petunjuk dokter.
- Selama minum obat ini tidak boleh melakukan hal-hal sebagai berikut:
- mengemudikan kendaraan atau melakukan pekerjaan yang memerlukankonsntrasi penuh.
- minum alkohol dan obat-obat lain yang menyebabkan depresi susunan saraf pusat atau obat penenang karena dapat menambah efek kantuk.
- Jangan gunakan obat ini pada penderita yang sedang mendapat pengobatan antidepresan golongan penghambat MAO (Mono Amin Oksidase).

- Jangan melampaui dosis yang dianjurkan.

Gejala kelebihan dosis :Mulut kering,pupil mata membesar ,muka memerah (flushing), depresi susunan saraf pusat. Pada anak-anak dapat menyebabkanhalusinasi, konvulsi. Jika hal ini terjadi, pasien diberi segelas air atau susu dan dipaksa muntah, selanjutnya segera hubungi, puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Efek Samping:
Efek samping yang sering terjadi : mengantuk, sedasi, pusing, gangguan koordinasuasa tidak enak di ulu hati, sekresi saluran napas mengental.

Interaksi Obat:
- Pemberian bersamaan dengan alkohol dan depresan saraf pusat (hipnotik, sedatif tranquilizer) menyebabkan efek aditif.
- inhibitor MAO meningkatkan dan memperpanjang efek antikolmergik antihistamin.

Dosis :
Dewasa : 2 sendok takar (10 ml) 3 kali sehari. Anak-anak (6-10 tahun): 1 sendok takar (5 ml) 3 kali sehari.

Kemasan :
Botol berisi sirup netto 60 ml dan 100 ml.
Reg. No. : DTL0204418637A1

Simpan di tempat sejuk dan kering.
Kocok dahulu sebelum dipakai.

Diproduksi oleh :
PT. HEXPHARM JAYA - CIPANAS untuk :
FARMA,JAKARTA-INDONESIA



BENACOL DTM (Harga per satuan terkecil Rp 11.500,00


Komposisi :
Tiap 5 ml (sendok takar) mengandung :
Dextromethorphan HBr ..................7,5 mg
Ammonium Chloride .....................100 mg
Diphenhydramine HCI ...................12,5mg
Potassium Guaiacolsulfonate............30 mg
Ethanol ...............................4 %


Cara kerja obat:
Bekerja sebagai antitusif, antihistamin dan ekspektoran.

Indikasi :
Untuk meringankan batuk disertai alergi.

Kontra Indikasi :
- Bayi baru lahir.
- Ibu menyusui.
- Hipersensitif terhadap obat ini.

Peringatan dan perhatian :
- Hati-hati bila digunakan pada penderita dengan riwayat penyakit sebagai berikut: peningkatan tekanan intraokular (glaucoma), hipertiroid, asma bronkial, penyakit jantung, hipertensi dan orang tua.
- Jangan digunakan pada penderita yang sedang menderita asma, glauko-ma, emphysema, sesak napas, penyakit paru-paru kronis, prostat mem-besar, obstruksi piloroduodenal (antara lambung dan usus dua belas jari), obstruksi leher kandung seni, kecuali atas petunjuk dokter.
- Penggunaan pada wanita hamil dan anak-anak di bawah 6 tahun hanya atas petunjuk dokter.
- Selama minum obat ini tidak boleh melakukan hal-hal sebagai berikut:
- mengemudikan kendaraan atau melakukan pekerjaan yang memerlukan konsentrasi penuh.
- minum alkohol dan obat-obat lain yang menyebabkan depresi susunan saraf pusat atau obat penenang karena dapat menambah efek kantuk obat ini.
- Jangan gunakan obat ini pada penderita yang sedang mendapat pengobatan antidepresan golongan penghambat MAO (Mono Amin Oksidase).
- Jangan melampaui dosis yang dianjurkan.
Gejaia kelebihan dosis : mulut kering, pupil mata membesar, muka memerah (flushing), depresi susunan saraf pusat. Pada anak-anak dapat menyebabkan halusinasi, konvulsi. Jika hal ini terjadi pasien diberi segelas air atau susu dan dipaksa muntah, selanjutnya segera hubungi puskesmas atau rumah sakit terdekat.
- Hati-hati untuk penderita dalam keadaan debil dan hipoksia (kekurangan oksigen).
- Hati-hati digunakan pada penderita dengan gangguan hati.

Efek samping :
Efek samping yang sering terjadi : mengantuk, sedasi, pusing, gangguan koordinasi, rasa tidak enak di ulu hati, sekresi saluran napas mengental.

Interaksi obat:
- Pemberian bersamaan dengan alkohol dan depresan saraf pusat (hipnotik, sedatif, tranquilizer) menyebabkan efek aditif.
- Inhibitor MAO meningkatkan dan memperpanjang efek antikolinergik antihistamin.

Dosis :
Dewasa : 2 sendok takar (10 ml) 3 kali sehari.
Anak-anak (6-12 tahun): 1 sendok takar (5 ml) 3 kali sehari.

Kemasan :
Botol berisi sirup netto 60 ml dan 100 ml.
Reg. No. : DTL0204418937A1

Simpan di tempat sejuk dan kering.
Kocok dahulu sebelum dipakai.
Dapat menyebabkan kantuk.

Diproduksi oleh :
PT. HEXPHARM JAYA - CIPANAS
PT. DANKOS FARMA, JAKARTA - INDONESIA


ANALGESIK DAN ANTIPIRETIK

Analgesik adalah obat yang dapat mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri dan akhirnya akan memberikan rasa nyaman pada orang yang menderita.

Nyeri merupakan suatu pengalaman sensorik dan motorik yang tidak menyenangkan, berhubungan dengan adanya potensi kerusakan jaringan atau kondisi yang menggambarkan kerusakan tersebut.

Sedangkan antipiretik adalah obat yang dapat menurunkan demam (suhu tubuh yang tinggi). Pada umumnya (sekitar 90%) analgesik mempunyai efek antipiretik.

Gejala Nyeri dapat digambarkan sebagai rasa benda tajam yang menusuk, pusing, panas seperti rasa terbakar, menyengat, pedih, nyeri yang merambat, rasa nyeri yang hilang – timbul dan berbeda tempat nyeri.

Apa yang menyebabkan nyeri ?
Nyeri terjadi jika organ tubuh, otot, atau kulit terluka oleh benturan, penyakit, keram, atau bengkak. Rangsangan penimbul nyeri umumnya punya kemampuan menyebabkan sel-sel melepaskan enzim proteolitik (pengurai protein) dan polipeptida yang merangsang ujung saraf yang kemudian menimbulkan impuls nyeri. Senyawa kimia dalam tubuh yang disebut prostaglandin beraksi membuat ujung saraf menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan nyeri oleh polipeptida ini.

Penanganan Nyeri
Obat-obat yang dapat mengurangi nyeri antara lain :

  • Golongan Para amino fenol à asetaminofen (Parasetamol ), fenasetin
  • Golongan Pirazolon à dipiron (antalgin)
  • Derivat Asam Salisilat à Aspirin, Benorilat, Diflunisal, Salsalat
  • Derivat.As.Fenamat à As.Mefenamat, Meklofenamat
  • Derivat Asam Propionat à As.Tiaprofenat, Fenbufen, Flurbiprofen, Ibuprofen, Ketoprofen, Naproksen
  • Derivat As.Fenilasetat à Diklofenak, Fenklofenak

Beberapa macam obat analgesik dan antipiretik dipasaran, antara lain

ALPHAMOL (Harga per satuan terkecil Rp 2.400,00)

Sirup Tetes Mengandung :
Parasetamol 100 mg/ml ; sirup : parasetamol 120 mg/ 5 ml,etanol 6%.

Kaplet :
parasetamol 600 mg.

Indikasi :
Menurunkan panas , menghilangkan rasa sakit.

Kontra Indikasi :
Hipersensitivitas

Efek Samping :
Mual, muntah, diare,penggunaan pada dosis besar dapat menyebabkan kerusakan hati.

Kemasan :

( HNA + ) Botol 15 ml sirup tetes, 60 ml sirup ;
dos 15 x 10 kaplet ;
botol 1000 kaplet.


PARACETAMOL 500mg (Harga per satuan Rp 100,00)

Golongan Generik

Indikasi :
Menghilangkan rasa sakit & penurun panas.

Kontra Indikasi :
Gagal ginjal & hati.

Perhatian :
Pasien alkoholik.

Efek Samping :
Reaksi kulit, hematologis, reaksi alergi yang lain.

Kemasan :
Kotak isi 100 tablet.

Dosis :
Dewasa : 3-4 kali sehari 1-2 tablet.
Anak berusia 6-12 tahun : ½-1 tablet tiap 4-6 jam.
Anak berusia 2-5 tahun : ¼-½ tablet tiap 4-6 jam.


BIOGESIC ANAK (Harga per satuan terkecil Rp 21.200,00)

Biogesic
Paracetamol
suspensi

• Menurunkan Demam
• Meredakan Rasa Sakit
• Tanpa Rasa Pahit
TANPA ALKOHOL

KOMPOSISI:
Setiap sendok takar (5 mL) mengandung
Parasetamol................................. 160 mg

Cara Kerja Obat:
ANALGETIK-ANTIPIRETIK
• Sebagai analgetik, bekerja dengan meningkatkan ambang rangsang rasa sakit.
• Sebagai antipiretik, diduga bekerja langsung pada pusat pengatur panas di hipotalamus.

Indikasi:
• Menurunkan demam.
• Meredakan rasa sakit seperti sakit kepala, sakit gigi dan nyeri pada otot.
ATURAN PAKAI (3 - 4 kali sehari)
USIA DOSIS
3 tahun 1 sendok takar (5 mL)
4 - 5 tahun 1 1/2 sendok takar (7,5 mL)
6 - 8 tahun 2 sendok takar (10mL)
9 - 10 tahun 2 1/2 sendok takar (12,5mL)
Atau menurut petunjuk dokter.

Kontra Indikasi:
• Penderita dengan gangguan fungsi hati yang berat.
• Penderita yang hipersensitif terhadap komponen obat ini.

Efek Samping:
• Penggunaan untuk jangka waktu lama dan dosis besar dapat menyebab-kan kerusakan fungsi hati.
• Reaksi hipersensitifitas.

Peringatan dan Perhatian:
• Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita penyakit ginjal.
• Bila setelah 2 hari demam tidak menurun atau setelah 5 hari nyeri tidak menghilang, segera hubungi dokter atau Unit Pelayanan Kesehatan.
• Penggunaan obat ini pada penderita yang mengkonsumsi alkohol, dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi hati.

Kemasan:
Botol berisi 60 mL - Reg. No. DBL9114704733A1
Kocok dahulu sebelum digunakan
Simpan pada suhu kamar(25° - 30°C)

Terlindung dari cahaya matahari
Dibuat oleh PT Medifarma Laboratories, Inc.


SANMOL (Harga per satuan terkecil Rp 1.000,00)


Golongan Generik

Komposisi :
Parasetamol

Indikasi :
Meredakan nyeri termasuk sakit kepala dan sakit gigi. Meredakan demam akibat flu & setelah imunisasi.


Kontra Indikasi :
Disfungsi ginjal atau hati.

Efek Samping :
Reaksi kulit, darah, & reaksi alergi lain.

Kemasan :
Tablet 500 mg x 10 x 10 biji.

Dosis :
# Dewasa : 3-4 kali sehari 1-2 tablet.
# Anak-anak : 3-4 kali sehari ½-1 tablet.


SARIDON (Harga per satuan terkecil Rp 2.300,00)

Golongan Generik

Komposisi :
Parasetamol..........250 mg
Propifenazon.........150 mg
Kafein 50 mg.


Indikasi :
Sakit kepala, demam, sakit gigi, neuralgia (nyeri saraf), menghilangkan perasaan tidak enak badan yang tidak jelas pada masuk angin & penyakit-penyakit virus lain.

Kontra Indikasi :
Kerusakan ginjal berat, porfiria, bayi.

Perhatian :
Gangguan fungsi hati, hamil, dispepsia, menyusui, anak-anak.
Interaksi obat : alkohol, antikoagulan, Probenesid, Sulfonilurea, Barbiturat.

Efek Samping :
Ulkus peptikum, gangguan saluran pencernaan, peningkatan waktu perdarahan, hipotrombinemia, telinga berdenging tanpa rangsang dari luar, hipersensitivitas.

Kemasan :
Tablet 120 biji.

Dosis :
3 kali sehari 1-2 tablet.


DIARE
Diare sebuah penyakit di mana penderita mengalami buang air besar yang sering dan masih memiliki kandungan air berlebihan. Diare adalah peningkatan volume dan frekuensi buang air besar (BAB) atau peningkatan gerakan usus. Diare merupakan gejala dari masalah kesehatan lainnya, seperti infeksi atau virus.

Klasifikasi diare :
Diare biasanya diklasifikan berdasarkan ada tidaknya infeksi serta lamanya diare. Diare berdasarkan akut dan kronisnya, diare akut yaitu diare karena infeksi usus yang bersifat mendadak, berhenti secara cepat atau maksimal berlangsung sampai 2 minggu, namun dapat pula menetap dan melanjut menjadi diare kronis. Hal ini dapat terjadi pada semua umur dan bila menyerang bayi biasanya disebut gastroenteritis infantil. Penyebab tersering pada bayi dan anak-anak adalah intoleransi laktosa. Diare kronis yaitu diare yang berlangsung selama 2 minggu atau lebih. Sedangkan berdasarkan ada tidaknya infeksi, dibagi diare spesifik dan non spesifik. Diare spesifik adalah diare yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau parasit. Diare yang disebabkan oleh makanan disebut diare non spesifik. Berdasarkan organ yang terkena, diare dapat diklasifikasikan menjadi diare infeksi enteral dan parenteral.


Penyebab:
Kondisi ini dapat merupakan gejala dari luka, penyakit, alergi (fructose, lactose), penyakit dari makanan atau kelebihan vitamin C dan biasanya disertai sakit perut, dan seringkali enek dan muntah. Ada beberapa kondisi lain yang melibatkan tapi tidak semua gejala diare, dan definisi resmi medis dari diare adalah defekasi yang melebihi 200 gram per hari.

Hal ini terjadi ketika cairan yang tidak mencukupi diserap oleh usus besar. Sebagai bagian dari proses digestasi, atau karena masukan cairan, makanan tercampur dengan sejumlah besar air. Oleh karena itu makanan yang dicerna terdiri dari cairan sebelum mencapai usus besar. Usus besar menyerap air, meninggalkan material yang lain sebagai kotoran yang setengah padat. Bila usus besar rusak atau "inflame", penyerapan tidak terjadi dan hasilnya adalah kotoran yang berair.

Diare kebanyakan disebabkan oleh beberapa infeksi virus tetapi juga seringkali akibat dari racun bakteria. Dalam kondisi hidup yang bersih dan dengan makanan mencukupi dan air tersedia, pasien yang sehat biasanya sembuh dari infeksi virus umum dalam beberapa hari dan paling lama satu minggu. Namun untuk individu yang sakit atau kurang gizi, diare dapat menyebabkan dehidrasi yang parah dan dapat mengancam-jiwa bila tanpa perawatan.

Diare dapat menjadi gejala penyakit yang lebih serius, seperti disentri, kolera atau botulisme, dan juga dapat menjadi indikasi sindrom kronis seperti penyakit Crohn. Meskipun penderita apendistis umumnya tidak mengalami diare, diare menjadi gejala umum radang usus buntu.

Diare juga dapat disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan, terutama dalam seseorang yang tidak cukup makan.

Perawatan untuk diare melibatkan pasien mengkonsumsi sejumlah air yang mencukupi untuk menggantikan yang hilang, lebih baik bila dicampur dengan elektrolit untuk menyediakan garam yang dibutuhkan dan sejumlah nutrisi. Untuk banyak orang, perawatan lebih lanjut dan medikasi resmi tidak dibutuhkan.


Diare di bawah ini biasanya diperlukan pengawasan medis:

  • Diare pada balita
  • Diare menengah atau berat pada anak-anak
  • Diare yang bercampur dengan darah.
  • Diare yang terus terjadi lebih dari 2 minggu.
  • Diare yang disertai dengan penyakit umum lainnya seperti sakit perut, demam, kehilangan berat badan,dan lain-lain.
  • Diare pada orang bepergian (kemungkinan terjadi infeksi yang eksotis seperti parasit)
  • Diare dalam institusi seperti rumah sakit, perawatan anak, institut kesehatan mental.


Gejala-gejala diare antara lain:

  • Sering buang air besarNyeri di bagian perut (kram)
  • Demam, panas dingin
  • Haus
  • Kehilangan berat badan
  • Dehidrasi (pada bayi ditandai dengan menangis tanpa air mata, popok tetap kering selama beberapa jam)

Bila anak diare, segera bawa ke dokter jika telah terjadi dehidrasi, atau tidak mengeluarkan airmata ketika menangis

Apa yang menyebabkan diare?
Sebagian besar diare disebabkan oleh bakteri, parasit, atau virus, sering dari makanan atau air. Makan makanan yang tidak higienis dan minuman yang terkontaminasi bakteri dapat menyebabkan diare. Diare juga dapat disebabkan oleh reaksi obat (termasuk beberapa vitamin, mineral, dan tumbuh-tumbuhan). Orang-orang yang lactose intoleran bisa diare ketika mereka mengkonsumsi susu atau produk susu. Diare yang disertai darah, suhu tubuh tinggi dan terdapat nyeri hebat pada perut kemungkinan disebabkan adanya infeksi peradangan usus (Crohn’s disease) perlu parawatan dari dokter.

Penanganan Diare
1. Terapi obat
Diare termasuk self-limited disease merupakan penyakit yang bisa sembuh sendiri. Namun, dalam kasus berat dapat diberikan antibiotic jika diare disebabkan infeksi bakteri. Loperamide direkomendasikan untuk diare akut ataupun kronik. Golongan adsorben seperti kaolin-pektin, attapulgit digunakan untuk mengatasi gejala dimana mereka bekerja menyerap toksin.

2. Nutrisi dan suplemen

  • Beras jelai atau air, sayuran segar juices (khususnya wortel dan seledri), miso broth, atau lainnya broths jelas membantu memulihkan benar cairan elektrolit dan keseimbangan.
  • Probiotics - Lactobacillus acidophilus atau bifidobacteria yang membantu mempertahankan keseimbangan bakteri (flora normal) pencernaan.
  • Glutamine (3000 mg tiga kali per hari) dapat membantu mengobati diare yang disebabkan oleh iritasi pada lapisan usus.
  • Untuk orang dengan lactose-intoleran sebaiknya mengkonsumsi enzim lactase sebelum makan produk susu.

3. Tumbuh-tumbuhan (herbal)
Jangan menggunakan tumbuh-tumbuhan untuk mengatasi diare sebelum konsultasi dulu dengan tenaga kesehatan, karena jika diare disebabkan karena infeksi, maka hal tersebut akan memperparah kondisi. Biasanya penggunaan tumbuh-tumbuhan tersebut digunakan sebagai teh.

Zat-zat aktif yang terkandung dalam tumbuh-tumbuhan:

  • Astringent tumbuhan, seperti daun blackberry (Rubus fruticosus) atau frambos daun (Rubus idaeus) membantu penyerapan cairan ke dalam membrane intestinal (usus). Dengan cara: membuat teh dengan 1 sendok teh daun yang kering per cangkir, kemudian diminum ½ cangkir per jam.
  • Serbuk carob (Ceratonia siliqua) yang kaya serat, diambil dari 1,5 g per 2,2 pon atau per kg berat badan. Dengan cara: melarutkan serbuk ke dalam air seperti pedialyte.
  • Ekstrak bilberry (Vaccinum myrtillus) juga mempunyai khasiat sebagai astringent. Jangan mengkonsumsi bilberry jika Anda juga mengkonsumsi obat antikoagulan.
  • Quercetin (250 - 500 mg dua sampai empat kali per hari), tanaman berbasis flavonoid, dapat membantu mengurangi radang.
  • Kamomil (Matricaria recutita) biasanya diambil sebagai teh. Larutkan 3 - 4 g bubuk (sekitar 3 sendok teh.) dalam 1 cangkir air panas, air hangat atau air dingin. Minum tiga kali per hari.
  • Akar Marshmallow (Althea officinalis) dapat diambil sebagai air teh dingin. Rendam 2 potong akar dalam 1 liter air semalam. Minuman sepanjang hari.
  • Bubuk Slippery Elm (Ulmus fulva) atau bubuk akar marshmallow (Althaea officinalis) dapat mendinginkan perut.


Antidiare
Antidiare adalah obat yang diberikan untuk mengatasi gejala diare.
Tipenya adalah :

  • Larutan elektrolit yang digunakan untuk menggantikan cairan yang hilang dan garam-garam pada kasus akut.
  • Agen yang besar seperti metilselulosa, gum guar, atau serat tanaman untuk mengatasi diare pada penyakit fungsional dan mengontrol pengeluaran ileostomi.
  • Sebagai absorben zat raacun yang menyebabkan dare infektif. Metilseluosa merupakan absorben yang baik.
  • Opiat yang transit lambat pada intestinum. Loperamid merupakan obat yang sering digunakan, namun ia tidak memiliki efek narkotik biasa.
Beberapa macam obat mengatasi diare yang umunya dijual dipasaran yaitu:

BIODIAR (Harga per satuan terkecil Rp 1.300,00)

Komposisi:
Setiap tablet mengandung 630 mg Attapulgite yang diaktifkan (aluminium magnesium silikat).

Khasiat:
Bahan aktif dari Biodiar® adalah Attapulgite koloidal. Attapulgite merupakan suatu zat dengan kapasitas absorpsi yang telah diaktifkan
dengan cara pemanasan. Biodiar® dapat mengobati diare dengan gejala-gejalanya.
Attapulgite menyerap gas-gas beracun, zat yang merangsang, endotoxin, bakteri dan virus yang menyebabkan diare. Tambahan
lagi, Attapulgite melapisi selaput lendir di usus yang meradang dan menyerap bagian-bagian berair sehingga menormalkan pembentukantinja.
Attapulgite bersifat radio transparan sehingga tidak mengganggu gambaran penyinaranX. Warna tinja tidakdipengaruhi Attapulgite.

Indikasi:
Untuk pengobatan simtomatik pada diare yang tidak spesifik.

Dosis:
Dewasa: 2 tablet setelah diare pertama, 2 tablet sesudah tiap kali
diare berikutnya. Maksimum 12 tablet sehari.

Anak-anak 6-12 tahun: V4 dosis dewasa atau seperti yang dianjurkan dokter maksimum 6 tablet sehari.
Lama pemberian biasanya 2 hari atau sesuai petunjuk dokter.

Kontra Indikasi:
Hipersensitivitas terhadap Attapulgite.

Perhatian:
Daya serap Attapulgite mungkin mempengaruhi penyerapan obat-obat lain, misalnya Tetrasiklin. Jangan gunakan lebih dari 12 tablet dalam 24 jam. Jangan gunakan lebih dari 2 hari atau dalam keadaan demam tinggi. Jangan diberikan padaanakdibawah 6 tahun, kecualiatas petunjuk dokter jika diare tidak dapat diatasi,segera ke dokter. Hati-hati jika diberikan pada penderita insufisiensi ginjal yang berat jika diare pada anak-anak disertai dehidrasi, pengobatan awal harus dengan oralit. Pada keadaan ini, Biodiar" dianjurkan untuk diberikan bersama dengan oralit.

Dosis berlebih dan tindakannya:
Dalam kasus dosis berlebih, hentikan pengobatan dan lakukan kuras
lambung.

Penyimpanan:
Simpan pada suhu tidak lebih dari 25° C, di tempat yang kering,
jauhkan obatdari jangkauan anak-anak.

Kemasan:
Dus berisi 25 strip @ 4tablet, No. Reg. DBL 9130405410 Al

Dibuat oleh PT Novartis Indonesia, Citeureup, Bogor, Indonesia dengan lisensi dari Novartis Pharma AG, Basel, Switzerland.


DIAPET NR (Harga per satuan terkecil Rp 2.500,00)

Komposisi:
Ekstrak psidii folium ..................3,5 %
Ekstrak curcumae domesticate rhizome ...2,5 %
Ekstrak coix lacrima jobi semen ........18 %
Ekstrak phellodendri radix .............23 %
Ekstrak coptidis rhizoma ...............23 %


Indikasi:
Mengobati mencret dan memadatkan kembali feces yang cair ; mengatasi rasa mulas (hindari makanan/minuman yang asam dan pedas selama belum sembuh).

Dosis:
Dewasa dan anak-anak : 2-3 x sehari 2 kapsul ; untuk penyembuhan diare akut : 2 x 2 kapsul .

Kemasan :
Dos 25 x 4 kapsul.


DIAGIT (Harga per satuan terkecil Rp 1.000,00)

Komposisi:
Tiap tablet mengandung :
Activated. Attapulgite ..................600 mg
Pectin .................................. 50 mg

Khasiat:
DIAGIT® dapat mengabsorpsi beberapa racun, bakteri dan virus penyebab diare. DIAGIT® dapat mengurangi frekuensi buang air besar dan memperbaiki konsistensi feces yang encer.

Aturan Pakai:
Dewasa dan anak-anak > 12 tahun :
Mula - mula 2 tablet, diikuti dengan penambahan 2 tablet lagi setiap selesai buang air besar, maksimum 12 tablet selama 24 jam.
Anak-anak 6-12tahun :
Mula - mula 1 tablet kemudian 1 tablet lagi, setiap selesai buang air besar, maksimum 6 tablet selama 24 jam.

Indikasi:
Untuk pengobatan simptomatik pada diare yang tidak diketahui
penyebabnya.

Kontra Indikasi:
- Jangan diberikan pada pasien dimanakonstipasi harus dihindari,
- Hipersensitif terhadap obat ini.

Peringatan/Perhatian:
- Jangan digunakan lebih dari 2 hari atau dalam keadaan demam tinggi atau untuk bayi atau anak - anak di bawah 6 tahun, kecuali atas petunjuk dokter.
- Penggunaan pada wanita hamil dan menyusui belum diketahui dengan pasti.
- Bila diare pada anak - anak menimbulkan dehidrasi maka pengobatan awal harus diberikan ORALIT.
- Diare dapat mengakibatkan kehilangan cairan dan elektrolit karena itu terapi rehidrasi (cairan rehidrasi oral) mungkin diperlukan.
- Dapat mempengaruhi absorbsi saluran pencernaan dari obat -obat lain, karena itu dianjurkan interval waktu 2 - 3 jam antara pemberian oral obat - obatan lain dengan obat ini.
- Jika gejala - gejala masih berlangsung terus konsultasi ke dokter.

Kemasan:
Kotak berisi 25 strip @ 4tablet
Simpan di bawah 30°C terlindung dari cahaya


RENAMID (Harga per satuan Rp 600,00)


Golongan Generik

Komposisi :
Loperamide HCl.

Indikasi :
Diare akut dan diare kronis.

Kontra Indikasi :
Diare akut yang disebabkan organisme yang menembus mukosa usus atau kolitis pseudomembranosa yang disebabkan karena penggunan antibiotik spektrum luas.

Perhatian :
Tidak dianjurkan untuk anak berusia dibawah 2 tahun.

Efek Samping :
Nyeri perut, megakolon toksik, mulut kering, pusing, lemas, ruam kulit.

Kemasan :
Tablet 2 mg x 10 x 10 biji.

Dosis :
# Diare akut : awalnya 2 tablet kemudian 1 tablet setiap habis buang air besar, maksimal 8 tablet sehari.
# Diare kronis : awalnya 2 tablet kemudian dosis selanjutnya disesuaikan sampai bentuk tinja normal.


SCANTOMA (Harga per satuan terkecil Rp 700,00)

Golongan Generik

Komposisi :
Bismut Subsalisilat.

Indikasi:
Diare.

Kontra Indikasi :
Alergi terhadap Salisilat.

Perhatian :
Pemakaian jangka panjang.

Efek Samping :
Tinja berwarna hitam.

Kemasan :
Tablet 375 mg x 10 x 10 biji.

Dosis :
# Pengobatan simtomatik (hanya menghilangkan gejala penyakit, tidak menyembuhkan/menghilangkan penyebabnya) :
- dewasa : 2 tablet.
- anak berusia 6-12 tahun : 1 tablet.
- anak berusia 3-6 tahun : ½ tablet.
Ulangi dosis tiap 30 menit jika perlu, sampai dengan 8 dosis.
# Pencegahan (hanya untuk orang dewasa) seperti selama perjalanan : 4 kali sehari 2 tablet, tidak lebih dari 3 minggu.








  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "Mengenal batuk, analgesik, antipiretik, dan diare.."

Poskan Komentar